Jengkolnya sih nggak salah, tapi…. uda takdirnya dari sono aku nggak suka Jengkol…
(juga kerabatnya jengkol ; pete, dll)… hihihihi…
Lucunya, aku justru dikelilingi orang yang penggila jengkol dan kerabatnya ini..
Nggak hanya satu, dua, tiga orang --- tapi seruanganku, semua gila jengkol….. HIKS!
Pernah : Dewi masuk ruang redaksi sambil nenteng-nenteng panci segambreng...
“Mari kita Pesta!!!!” seru Dewi, hepi banget….
“Pesta apa, Wi” tanyaku.
“Ya pesta semur jengkol, dong” ----- haaa????? **Bruks!** (lemes aku)
dan… pesta jengkol itu uda beberapa kali terjadi di ruang redaksi.. sementara aku : KABUUUR!!
--- Dua minggu terakhir pas makan siang ---
“Kamu makan apa Bud?” tanyaku
“Seperti biasa In. Semur jengkol!” ---- haaa???
“Kan kemarin sudah makan itu,” kataku, protes.
“Nggak tau nih In, bawaannya pengin terus,” jawab Budi, santai.
“Kalau Mbak Witri, makan apa?”
“Sama Budi, In,” jawab Witri, juga dengan muka hepi.
Walah-walah…. Yo wis… emang nasibmu In…
--- Dan yang terjadi kemarin ---
“In, sini… aku punya makanan enak,” teriak Budi dari studio foto lantai 2….
-- Oya, Budi ini Redaktur Boga. Jadi, setiap dia uji coba resep, aku suka kebagian tugas nyobain… atau…. Menghabiskan masakan dia.. hehehehe.. ---
“Ini apa, Bud? tanyaku penasaran…. bentuknya unik, dan sangat menggiurkan.
“bla-bla-bla-bla… (maaf, aku lupa nama resepnya). Resep dari Eropa,” katanya.
“Kalau dari kentang, pasti enak kan Bud,” kataku ragu-ragu…
“Ya enak dong, In. Habisin aja. Uda di potret kok.”
Nyam-nyam-nyam….. “Wah Bud… enak bener. Aku habisin yaaa….”
--- Setelah habis ---
“Kenapa?”
“Tadi itu… bukan dari kentang… tapi dari Jengkol,” kata Budi, sambil tertawa puas.
HAAAA??????…… **Bruks!** (lemes aku…..!!!)