Aien : Dunia Tanpa Batas...!!!!
  Indonesian Muslim Blogger' /  Family Blogs - BlogCatalog Blog Directory  blog-indonesia.com'/  KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

aien's posts with tag: bbbj

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bbbj
Blog Entry-- BUTIR-BUTIR BUDAYA JAWA 8 --Feb 27, '08 12:31 PM
for everyone

Tuhan itu memenangkan manusia bagaimana pun juga.

 

Menghormati dan mencintai orang tua, antara lain ditunjukkan Mbak Tutut dengan mencatat butir-butir penting nasehat dan petuah ayahandanya, HM Soeharto.

 

Berawal dari sebuah notes, dengan tulisan tangannya Mbak Tutut mengumpulkan semua nasehat itu, kemudian mencetaknya menjadi sebuah buku berjudul ‘Butir-butir Budaya Jawa’.

 

“Salah satu pemberian Bapak dan Ibu sejak kami kecil, adalah butir-butir pituduh (pengajaran) dan wewaler (pantangan). Semua sangat berharga dan besar manfaatnya, sebagai salah satu petunjuk dan pegangan hidup dalam kami meniti kehidupan di dunia ini,’ kata Mbak Tutut.

 

Ia mempersembahkan buku itu sebagai hadiah ulang tahun pernikahan ayah bundanya yang ke 40.

 

Berikut ini petikkan sebagian isinya yang merujuk kepada upaya mencapai  hidup yang damai sejahtera, penuh kasih sayang dan tanggung jawab, dalam harmoni keberagaman.

 

Ketuhanan Yang Maha Esa

 

v       Tuhan itu satu, ada di mana-mana, abadi, pencipta alam seisinya, dan menjadi sesembahan manusia sejagad raya, dengan memakai tata caranya masing-masing.

 

v       Tuhan itu ada di mana-mana, juga ada pada dirimu, tapi jangan engkau berani mengaku dirimu Tuhan.

 

v       Tuhan itu jauh tanpa ada batasnya, dan dekat sekali tapi tidak dapat bersentuhan.

 

v       Tuhan itu abadi, tidak dapat digambarkan perwujudan-Nya, merupakan sebab yang pertama dan merupakan tujuan terakhir dari segala ciptaan yang ada.

 

v       Tuhan itu dapat berwujud, tapi perwujudan itu bukanlah Tuhan.

 

v       Tuhan itu berkuasa tanpa menggunakan alat apa pun; pencipta alam seisinya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak.

 

v       Tuhan itu tidak membeda-bedakan makhluk-Nya.

 

v       Tuhan itu Maharahim dan Mahakasih, dan kebahagiaan semesta ini adalah anugerah Tuhan.

 

v       Tuhan itu Mahakuasa, tidak ada yang dapat menggagalkan kepastian atas kehendak Tuhan.

 

v       Tuhan itu tidak tidur. (Tuhan mengetahui segala-galanya).

 

v       Berbeda-beda pemberian Tuhan kepada ciptaan-Nya.

 

v       Janganlah engkau hanya ingat keadaan yang tampak saja, sebab hal yang tampak ini adanya malah tidak abadi.

 

Kerohanian

 

v       Terjadinya dirimu itu melalui adanya ibu-bapakmu.

 

v       Manusia itu memiliki sifat Tuhan.

 

v       Makhlus halus itu ada 4 macam, pertama yang dapat memerintah manusia tetapi dapat pula memberi pertolongan kepada manusia; ke-dua yang dapat memerintah manusia tetapi tidak dapat memberi pertolongan kepada manusia; ke-tiga yang tidak dapat memerintah manusia tetapi dapat membantu manusia, ke-empat yang tidak dapat memerintah manusia tetapi juga tidak dapat membantu manusia.

 

v       Makhluk halus itu ada dua macam, yaitu yang mencelakakan dan yang menolong manusia.

 

v       Adalah Guru Sejati yang dapat menunjukkan mana makhlus halus yang menolong dan mana yang mencelakakan.

 

v       Cakra manggilingan (hidup itu bagaikan roda yang terus berputar).

 

v       Jaman itu serba berubah.

 

Kemanusiaan

 

v       Manusia sekedar menjalani, diibaratkan laksana wayang.

 

v       Hati suci mengarah ke keselamatan. 

 

v       Mawas diri, selalu ingat dan waspada.

 

v       Merendahkan diri.

 

v       Unggul tanpa mengalahkan.

 

v       Barang siapa jujur akan didapat (akan kelihatan pada akhirnya).

 

v       Harus berbudi sentosa.

 

v       Bersahajalah.

 

v       Jadilah orang yang berbudi luhur.

 

v       Orang yang tidak baik itu adalah tidak mau bekerja wajar.

 

v       Barang siapa lupa akan perbuatan yang baik akan menemui mala petaka.

 

v       Barang siapa takut berbuat salah dan berani berbuat benar, itu tergolong manusia utama.

 

v       Orang pandai tapi bertabiat jelek, kegemarannya bersama dengan orang jahat.

 

v       Jun (sejenis tempayan) yang tidak penuh bergoyang, kalau penuh ia tenang.

 

v       Sapi yang keras dan parau suaranya, pasti sedikit air susunya. 

 

v       Jangan takut menghadapi kesukaran, sebab hidup di dunia memang sukar.

 

v       Janganlah mengajarkan kebencian terhadap orang lain, sebab hal yang demikian menanam percekcikan yang tidak ada habis-habisnya.

 

v       Jangan memamerkan keluhuran, jangan memamerkan kekuatan, memamerkan kepandaian.

 

v       Jangan menjadi orang kecewa hidupnya sebab orang yang kecewa hidupnya itu bukan orang yang arif.

 

v       Jangan girang kalau dipuji dan jangan benci kalau dicela.

 

v       Jangan bersahabat dengan orang jahat, nanti ketularan jahatnya. Bergaullah dengan orang pandai, biar ketularan pandainya.

 

Kebangsaan

 

vKalau engkau menjadi prajurit, janganlah engkau ingin berkuasa sendiri, sebab akan ada yang mengalahkan dirimu, jikalau engkau sudah tidak ketempatan derajat lagi. Sedang prajurit yang ingin berkuasa karena ada penguasa negara yang tidak berjiwa besar dan berhati mulia, itu bisa menjadi pemuka prajurit di negara itu.

 

v       Penguasa yang hanya membanggakan kuat persenjataannya itu tidak terhormat hidupnya, karena rakyatnya takut kalau dibunuh.

 

v       Jikalau ada penguasa yang berasal dari orang yang tidak baik, tidak lama pasti akan ketahuan jeleknya, sebab semuanya akan tampak dari tindakan penguasa itu.

 

v       Prajurit yang senang kepada rakyat jelata, menjadi kesayangan rakyat dalam negara itu.

 

v       Penguasa yang enak hidupnya hanya karena banyak harta bendanya, kelak matinya tidak akan terhormat. Oleh karena itu jangan kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya.

 

v       Kehidupan negara akan menjadi gelap-gulita, apabila kurang sandang kurang pangan dan penguasanya tidak berjiwa besar dan berhati mulia; lagi pula tidak ada orang yang mampu mewujudkan kesejahteraan, di situ negara akan dikuasai oleh dhemit dan banaspati.

 

v       Penguasa yang kejam dan serakah jangan dihormati, sebab penguasa yang demikian itu akan membuat rusak negara.

 

v       Perang itu baik kalau bertujuan untuk kemerdekaan negara dan bangsa, tapi jelek kalau perang itu bertujuan merampas harta benda orang ataupun negara lain.

 

Kekeluargaan

 

v       Anak cucu itu didiklah ke arah keutamaan, didiklah tata susila, agar dapat menjadi sinar cahaya keluarga.

 

v       Orang tua harus mengajarkan yang baik dan pantas kepada anak cucu.

 

v       Mempunyai anak yang berkebajikan pasti dipuji-puji banyak orang.

 

v       Barang siapa yang menghormati orang tua yang tidak tahu akan adat dan sopan santun (orang tua jahat), itu sama dengan membersihkan air kencing dan kotoran yang banyak sekali.

 

v       Bagi seorang ibu, anaklah yang menjadi buah cinta.

 

v       Anak yang jahat memberi suram kepada saudaranya.

 

v       Kalau anak mempunyai kemauan yang tidak baik harus kuat-kuat menahannya.

 

Kebendaan

 

v       Barang siapa berebut harta benda yang menyebabkan retaknya negara dan bangsa, itu bukan tindak yang mulia sebab akhirnya rusak negaranya.

 

v       Kalau terjadi peperangan lalu ikut berperang untuk mencari harta, itu tidak termasuk kesatria yang dapat berperang.

 

v       Barang siapa takut terhadap harta benda yang tidak baik, itu tergolong manusia yang mulia.

 

v       Harta benda itu menjadi teman dan juga menjadi musuh.

 

v       Harta benda itu adanya di dunia, karenanya kalau meninggal tidak dibawa.

 

v       Orang yang mencari kesejahteraan itu tidak tergolong keduniawian.

  •  Jangan menjalankan tapa brata hanya untuk mencari kekayaan, sebab hal demikian itu malah membuat hina di kemudian hari.

Blog Entry-- BUTIR-BUTIR BUDAYA JAWA 7 --Feb 27, '08 12:26 PM
for everyone

Seyojana itu panjangnya (jauhnya) sepuluh ribu depa. Suara gong terdengar sampai seyojana. Harum nama manusia semerbak di seluruh permukaan bumi (dipuji orang).

 

Menghormati dan mencintai orang tua, antara lain ditunjukkan Mbak Tutut dengan mencatat butir-butir penting nasehat dan petuah ayahandanya, HM Soeharto.

 

Berawal dari sebuah notes, dengan tulisan tangannya Mbak Tutut mengumpulkan semua nasehat itu, kemudian mencetaknya menjadi sebuah buku berjudul ‘Butir-butir Budaya Jawa’.

 

“Salah satu pemberian Bapak dan Ibu sejak kami kecil, adalah butir-butir pituduh (pengajaran) dan wewaler (pantangan). Semua sangat berharga dan besar manfaatnya, sebagai salah satu petunjuk dan pegangan hidup dalam kami meniti kehidupan di dunia ini,’ kata Mbak Tutut.

 

Ia mempersembahkan buku itu sebagai hadiah ulang tahun pernikahan ayah bundanya yang ke 40.

 

Berikut ini petikkan sebagian isinya yang merujuk kepada upaya mencapai  hidup yang damai sejahtera, penuh kasih sayang dan tanggung jawab, dalam harmoni keberagaman.

 

Ketuhanan

 

v       Barang siapa mengakui adanya Tuhan, tergolong yang sempurna hidupnya.

 

v       Jangan mendahului kehendak Tuhan.

 

v       Janganlah engkau berani terhadap orang tuamu, sebab engkau akan kena murka dari Tuhan.

 

v       Jangan beranggapan kalau imanmu itu saja yang dari Tuhan. Semua iman hakikatnya berasal dari Tuhan. Di mana-mana Tuhan itu ada.

 

v       Tuhan dapat mengubah segala-galanya tanpa mungkin dapat diperkirakan manusia.

 

v       Manusia itu berasal dari Tuhan; oleh karena itu juga mempunyai sifat Tuhan.

 

v       Manusia itu dapat mempunyai zat Tuhan, namun jangan beranggapan bahwa dengan demikian manusia itu dapat disebut Tuhan.

 

v       Barang siapa suka berbuat kebajikan dan ikhlas melakukan tapa brata (tirakat), akan menerima anugerah dari Tuhan.

 

v       Barang siapa belum mengetahui bahwa kepercayaan terhadap Tuhan adalah patokan hidup, sesungguhnya ia belum mengetahui bahwa hidup di dunia ini ada yang mengatur.

 

v       Segala pengetahuan itu berasal dari Tuhan Yang Mahakuasa.

 

Kerohanian

 

v       Jikalau mengalami keadaan (jaman) yang tidak enak, engkau jangan lupa mohon ampun kepada Tuhan, karena Tuhan akan memberi pertolongan kepadamu.

 

v       Mengakui adanya Tuhan berarti sudah mengenal dirinya sendiri; jikalau belum mengetahui dirinya sendiri mustahil dapat mengenal Tuhan.

 

v       Jikalau engkau ingin mengetahui alam abadi, engkau harus mengenal alam pribadimu. Kalau engkau belum mengetahui alam pribadimu, masih jauhlah alam abadi itu dari dirimu.

 

v       Jangan suka merusak orang lain, sebab engkau akan kena tulah oleh Tuhanmu.

 

v       Menyembah makhluk halus itu keliru, sebab makhluk halus itu sebenarnya adalah temanmu, dan tidak perlu disembah seperti Tuhan.

 

Kemanusiaan

 

v       Orang itu selalu digoda oleh dhemit dan banaspati, kalau ia selalu senang membuat sakit hati orang lain.

 

v       Setan itu watak yang tidak baik, dhemit itu watak yang tidak pantas, banaspati itu watak yang selalu membuat sakit hati orang lain. Jadi orang yang berwatak demikian itu memang temannya setan, dhemit, dan banaspati. Sedangkan orang yang tidak suka membiarkan watak demikian, termasuk dewa yang menjelma. Engkau jangan berwatak jelek begitu, karena itu merupakan pantangan bagi orang yang mencari kemuliaan.

 

v       Orang yang hanya melampiaskan nafsu itu, hanya mementingkan hawa nafsunya, sedang hatinya tidak tenteram, karena selalu ingat akan tindakannya yang tidak pantas.

 

v       Barang siapa hanya mengakui barang yang terlihat oleh mata saja, itu berarti belum mengerti hakikat Tuhan.

 

v       Orang yang tidak mau berusaha mencari kebaikan itu laksana setan.

 

v       Orang berjiwa luhur itu mempunyai sifat belas kasihan dan suka memaafkan.

 

v       Barang siapa lupa terhadap kebaikan orang lain kelak akan hidup sengsara.

 

v       Perang terhadap diri sendiri itu terjadi kalau tidak dapat mengekang hawa nafsunya.

 

v       Menjadi beban orang lain berarti membuat sengsara sesamanya.

 

v       Ikutilah nasehat orang tua.

 

Kebangsaan

 

v       Orang jahat kalau berkuasa jangan didekati, sebab berbahaya; ia akan tambah angkara murkanya, lagipula engkau akan dipakai sebagai sarana untuk memenangkan kejahatan itu.

 

v       Penguasa yang senang kawin banyak itu juga dapat membuat rusak negara, sebab anak-anaknya berebutan harta benda dan kekuasaan.

 

v       Jangan hanya senang kalau sedang mempunyai kekuasaan, sakit hati kalau sedang tidak mempunyai kekuasaan, sebab hal itu akan ada akibatnya sendiri-sendiri.

 

v       Jangan hanya ingin menang sendiri yang dapat menyebabkan perpecahan negara dan bangsa, melainkan harus senang bermusyawarah demi menjaga ketentraman lahir-batin.

 

v       Perang itu baik kalau bertujuan untuk kemerdekaan negara dan bangsa, tapi jelek kalau perang itu bertujuan merampas harta benda orang ataupun negara lain.

 

Kekeluargaan

 

v       Keluarga yang tidak baik jangan didekati, agar tidak ketularan.

 

v       Orang arif itu harus dapat mengambil hati dan menyenangkan hati orang lain.

-                      Kalau berkumpul dengan wanita harus dapat menggunakan bahasa yang dapat menyenangkan hati.

-                      Kalau berkumpul dengan pendeta harus dapat membicarakan yang baik.

-                      Kalau di hadapan musuh harus dapat memperlihatkan keberaniannya.

 

v       Perhatikan tetangga yang suka menolong. Kalau mempunyai pamrih pasti lekas terlihat. Tapi kalau hanya sebagai sarana hidup bersama, akan menjadi teman selamanya.

 

v       Kepandaian itu sarana untuk mencari nafkah.

 

v       Nafkah ada dari bekerja.

 

v       Jangan hanya membanggakan pangkat dan harta yang dimiliki, sebab pangkat dan harta itu dapat lenyap sebelum engkau lenyap.

 

v       Jangan hanya merasa pandai tapi tidak pandai merasa.

 

v       Jangan mengajar dengan bahasa yang kasar.

 

Kebendaan

 

v       Barang siapa hidup di dunia tanpa harta samasekali sunyi hidupnya, sebaliknya orang yang mengejar harta akhirnya akan mati merana kalau hartanya dicuri orang.

 

v       Barang siapa yang mau berperang hanya ingin harta benda, tidak perlu dijadikan pemuka perang, sebab membahayakan.

 

v       Orang yang mencari kesejahteraan itu tidak tergolong keduniawian.

 

v       Harta benda itu adanya di dunia, karenanya kalau meninggal tidak dibawa.

 


Blog Entry-- BUTIR-BUTIR BUDAYA JAWA 6 --Feb 27, '08 12:23 PM
for everyone

Jangan kecewa sebab ilmumu tidak dihargai, sebab kalau ada perubahan jaman mungkin ilmu yang kau miliki itu malahan dapat menguasai dunia, kalau memang ilmu itu berguna untuk manusia sedunia. 

 

Menghormati dan mencintai orang tua, antara lain ditunjukkan Mbak Tutut dengan mencatat butir-butir penting nasehat dan petuah ayahandanya, HM Soeharto.

 

Berawal dari sebuah notes, dengan tulisan tangannya Mbak Tutut mengumpulkan semua nasehat itu, kemudian mencetaknya menjadi sebuah buku berjudul ‘Butir-butir Budaya Jawa’.

 

“Salah satu pemberian Bapak dan Ibu sejak kami kecil, adalah butir-butir pituduh (pengajaran) dan wewaler (pantangan). Semua sangat berharga dan besar manfaatnya, sebagai salah satu petunjuk dan pegangan hidup dalam kami meniti kehidupan di dunia ini,’ kata Mbak Tutut.

 

Ia mempersembahkan buku itu sebagai hadiah ulang tahun pernikahan ayah bundanya yang ke 40.

 

Berikut ini petikkan sebagian isinya yang merujuk kepada upaya mencapai  hidup yang damai sejahtera, penuh kasih sayang dan tanggung jawab, dalam harmoni keberagaman.

 

Ketuhanan

 

v       Di dunia ini ada dua macam kebenaran, yaitu benar di hadapan Tuhan dan benar di hadapan yang sedang berkuasa.

 

v       Benar di hadapan yang sedang berkuasa juga ada dua macam, yaitu yang sesuai dengan kebenaran dari Tuhan dan yang tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan.

 

v       Kalau sesuai dengan kebenaran dari Tuhan, itu berarti bathara mengejawantah (dewa yang menjelma), tapi kalau tidak cocok dengan kebenaran dari Tuhan, itu berarti penjelmaan berhala.

 

v       Tuhan dapat merusak hal-hal yang sudah tidak diperlukan lagi dan dapat menciptakan sesuatu yang baru, yang diperlukan.

 

v       Baik makhluk halus maupun makhluk yang tampak, semuanya ciptaan Tuhan. Oleh karena itu jangan menyembah makhluk halus, tetapi jangan pula menghinanya.

 

v       Barang siapa mengakui adanya Tuhan, tergolong yang sempurna hidupnya.

 

v       Jangan mendahului kehendak Tuhan.

 

v       Janganlah engkau berani terhadap orang tuamu, sebab engkau akan kena murka dari Tuhan.

 

v       Jangan beranggapan kalau imanmu itu saja yang dari Tuhan. Semua iman hakikatnya berasal dari Tuhan. Di mana-mana Tuhan itu ada.

 

Kerohanian

 

v       Mengetahui zat Tuhan berarti mengenal dirinya sendiri. Dan barang siapa belum mengenal dirinya sendiri, ia itu belum mengerti zat Tuhan.

 

v       Sebutlah nama Tuhan, jikalau engkau sedang menderita sengsara. Bersyukurlah kepada-Nya jikalau engkau menerima anugerah.

 

v       Barang siapa suka merusak ketenteraman orang lain akan mendapat murka Tuhan, dan akan digugat karena ulahnya sendiri.

 

v       Tuhan itu berada pada dirimu sendiri, dan pertemuan dengan Tuhan akan terjadi apabila engkau selalu ingat kepada-Nya.

 

v       Jangan lupa setiap hari ingat kepada Tuhan, sebab hakikatnya engkau itu selalu dijaga oleh Tuhanmu.

 

v       Janganlah engkau mencela kepercayaan orang lain, sebab belum tentu kalau kepercayaanmu itu yang paling benar.

 

Kemanusiaan

 

v       Baik atau buruk akhirnya akan ketahuan juga.

 

v       Orang utama atas kehendak hatinya sendiri selalu mengusahakan keselamatan orang lain.

 

v       Ilmu padi makin berisi makin merunduk.

 

v       Barang siapa takut berbuat tidak benar, lagi pula suka menghilangkan watak yang kurang pantas, itu tergolong bathara (dewa).

 

v       Barang siapa mengerti perihal baik-buruk, tapi merasa dirinya paling baik, akan menemui celaka.

 

v       Orang itu selalu digoda oleh dhemit dan banaspati, kalau ia selalu senang membuat sakit hati orang lain.

 

v       Setan itu watak yang tidak baik, dhemit itu watak yang tidak pantas, banaspati itu watak yang selalu membuat sakit hati orang lain. Jadi orang yang berwatak demikian itu memang temannya setan, dhemit, dan banaspati. Sedangkan orang yang tidak suka membiarkan watak demikian, termasuk dewa yang menjelma. Engkau jangan berwatak jelek begitu, karena itu merupakan pantangan bagi orang yang mencari kemuliaan.

 

v       Orang yang hanya melampiaskan nafsu itu, hanya mementingkan hawa nafsunya, sedang hatinya tidak tenteram, karena selalu ingat akan tindakannya yang tidak pantas.

 

Kebangsaan

 

v       Masing-masing desa dan masing-masing negara itu mempunyai tata cara sendiri-sendiri. (Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya).

 

v       Berkuasa lantaran diangkat teman atau saudaranya yang sedang berkuasa, itu ibarat ikut-ikutan. Sedang berkuasa lantaran adanya kepandaian dan anugerah Tuhan itu tidak tergolong ikut-ikutan.

 

v       Bila negara tersohor murah sandang serta pangan dan rakyatnya senang bekerja, hal yang demikian itu pasti disebabkan ada penguasa yang berjiwa besar dan berhati mulia, serta ada juga orang yang mampu membawa kesejahteraan. Oleh karena itu jika negara ingin kuat contohlah keadaan yang seperti itu.

 

v       Pada saat banyak orang senang hidupnya karena hasil kerjanya banyak, di situ negara tenteram, tidak ada orang yang mengambil atau mencuri kepunyaan negara.

 

v       Pada saat negara rusak karena ada peperangan, di situ rakyat ingin memiliki kepunyaan orang lain yang masih utuh dan tidak rusak karena peperangan. Oleh karena itu pemerintah harus menyetujui orang kaya memberi dana sedekah kepada orang miskin.

 

v       Orang jahat kalau berkuasa jangan didekati, sebab berbahaya; ia akan tambah angkara murkanya, lagipula engkau akan dipakai sebagai sarana untuk memenangkan kejahatan itu.

 

Kekeluargaan

 

v       Orang yang lupa rumahnya sering berbahaya. Mendapat bahaya dari orang jahat. Mendapat bahaya dari pria atau wanita. Mendapat bahaya dari sesamanya.

 

v       Kalau mengajar kepada istri yang sabar. Lebih jelek lagi kalau memaki dan memukul istri.

 

v       Tetangga itu sama dengan ibu bapak.

 

v       Jangan hanya mengakui orang tua kalau orang tuamu kaya dan tinggi drajatnya saja, sebab engkau itu asalnya dari orang tuamu, bagaimanapun wujudnya.

 

v       Jangan membanggakan anak orang yang berkuasa dan kaya harta benda, karena belum tentu mempunyai kepandaian sebagai sarana mencari pangan.

 

v       Jangan berani terhadap mertua agar tidak ada pertengkaran.

 

Kebendaan

 

v       Orang yang kaya harta, kaya persaudaraan dan kayak kepandaian itu lebih mulia daripada orang yang menjadi raja.

 

v       Jangan menyombongkan harta benda, jangan memamerkan drajat dan pangkat meskipun pangkat dan drajat itu perlu, sebab dapat menggelincirkan dirimu pribadi.

 

v       Jangan menginginkan kepunyaan orang lain, sebab harta benda dan wanita itu dapat membuat pertengkaran orang pandai-pandi, lagi pula dapat membuat hati nista.

 

v       Jangan membanggakan diri menjadi orang kaya supaya tidak kecewa di belakang hari. Sebab keadaan ini semua dapat rusak.

 

v       Jangan suka terhadap harta yang tidak baik.


Blog Entry-- BUTIR-BUTIR BUDAYA JAWA 5 --Feb 27, '08 12:18 PM
for everyone

Perbuatan buruk dan baik itu mengikutimu dan menunjukkan jalan sampai ajal. Oleh karena itu selagi masih hidup, jalankan perbuatan yang baik, agar menjadi sarana memperoleh tempat di surga..

 

Menghormati dan mencintai orang tua, antara lain ditunjukkan Mbak Tutut dengan mencatat butir-butir penting nasehat dan petuah ayahandanya, HM Soeharto.

 

Berawal dari sebuah notes, dengan tulisan tangannya Mbak Tutut mengumpulkan semua nasehat itu, kemudian mencetaknya menjadi sebuah buku berjudul ‘Butir-butir Budaya Jawa’.

 

“Salah satu pemberian Bapak dan Ibu sejak kami kecil, adalah butir-butir pituduh (pengajaran) dan wewaler (pantangan). Semua sangat berharga dan besar manfaatnya, sebagai salah satu petunjuk dan pegangan hidup dalam kami meniti kehidupan di dunia ini,’ kata Mbak Tutut.