Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Aien Hisyam : ...... Dunia Tanpa Batas...!!!!

ReviewReviewReviewJan 4, '08 7:36 PM
for everyone
Category:Other
--- It’s Therapy For You! ---

Suatu hari, Poetri bertanya pada wanita peramal.
“Bu, ramalin saya dong. Kira-kira, mendongeng cocok nggak buat saya,” kata Poetri penuh ingin tahu.
Peramal tarot itu berujar, “Poetri, mendongeng, its therapy for you. Agar kamu bisa lebih menikmati hidup.”
Antara percaya dan tidak, Poetri berusaha menyelami kata-kata wanita itu. Ia hampir tidak percaya melihat lingkungan sekitarnya yang sangat skeptis dengan pekerjaan barunya itu.
“Tapi ketika bekerja saya sangat enjoy. Saya merasa this is me. Saya sekarang sudah menemukan apa yang selalu saya cari,” kata putri tunggal pasangan RH Soehendro dan Maria C. Robot..

Mendongeng telah merubah sosok Poetri yang kosmopolitan menjadi wanita yang dicintai anak-anak.

“Pertama kali mendongeng, badanku keringatan. Kalau bisa, muka jangan sampai kelihatan. Yang pasti, aku dredek sekali,” kata Poetri Soehendro mengenang pengalaman pertamanya mendongeng di depan anak-anak.
Lima tahun yang lalu, Poetri memulai karirnya sebagai pendongeng. Proses yang tidak mudah bagi wanita kosmopolitan yang hobi dugem (dunia gemerlap), merokok, dan belum memiliki anak ini.
“Setelah enam bulan aku selami dunia anak-anak, menjadi pendongeng, lama-lama hati ini berubah. Aku berubah menjadi Poetri yang lain. Poetri yang lebih care pda anak, yang ingin dekat dengan anak, dan ingin berbagi dengan mereka,” ujar Poetri terus terang.

Poetri yang lincah, banyak bicara, dan senang bercanda, sangat lihai memainkan kedua telapak tangannya yang terbungkus boneka-boneka berkarakter. Sesekali ia tertawa nyaring sambil menggerak-gerakkan boneka harimau. Menit berikutnya, mulutnya cemberut sambil terisak-isak menangis, memainkan telapak tangan yang lain.
“Setiap kali mendongeng, aku harus bisa membawakan empat tokoh berkarakter. Punya Suara yang berbeda, intonasi yang berbeda, juga mimik muka yang berbeda. Memang, butuh keahlian khusus. Tetapi untuk mempelajarinya, siapa saja bisa melakukan,” kata Poetri bersemangat.

Mendongeng, sangatlah mengasyikkan. Paling tidak, dunia imajinatif ini telah membuat Poetri melanjutkan kuliah S2 di Psikologi Universitas Indonesia jurusan Intervensi Sosial. Ia ingin mempelajari dan tahu lebih banyak tentang dunia kanak-kanak.

Agar berjalan lancar, Poetri memenej kegiatan mendongengnya dengan sangat rapi.
“Yang pertama kali, aku selalu brief dengan EO (Event Organizer)-nya untuk tahu visi misi acara. Setelah itu aku pilih cerita. Bisa cerita tentang binatang, dan apa saja, terserah aku. Setelah ketemu tema dan cerita, aku ngomong dengan musisi. Aku punya pemain keyboard, Mas Tara, yang sudah temani aku selama 5 tahun. Kalau tidak bisa bawa keyboard karena harus keluar kota atau panggungnya kecil, aku bawa laptop. Yang membuat background music Elena Zahna,” ujar lulusan IKIP Jakarta jurusan Bahasa Inggris.
Selanjutnya Poetri menulis script atau cerita yang akan ia dongengkan.
“Biasanya aku mendongeng setengah jam. Ada juga yang sampai satu jam. Nah, kalau lebih dari sepuluh menit, aku selalu membuat games ditengah-tengah acara mendongeng,” kata Poetri.

Poetri tidak pernah terus menerus mendongeng lebih dari tujuh menit. “Karena batas kesabaran seseorang termasuk anak mendengakan orang hanya 7 menit. Seperti kita mendengarkan radio. Menit pertama pasti dengerin, menit kedua, mulai mikir seru nggak sih omongannya. Menit ketiga, mulai tanya penting nggak sih ini orang. Menit keempat, pintar nggak sih nih orang ngomongna. Menit kelima, wah ngerasa nggak asyik. Pasti ganti ganti gelombang,” kata Poetri.
Menghindari kebosanan, Poetri menyelipkan sejumlah aktifitas yang disukai anak-anak. Bisa mendengar lagu anak-anak, permainan, hingga menyanyi disertai olah tubuh.

“Pemetakan acara aku yang bikin. Mereka tinggal aku kasih script supaya tahu dan tahu apa yang akan aku lakukan,” kata wanita kelahiran Jakarta, 7 Juli 1964.
Keajaiban Dongeng

Adalah proses panjang bagi Poetri menjadi story teller. Ia mengaku tidak pernah memahami dunia anak. Ia adalah wanita metropolis yang senang menghabiskan waktu di club-club, café, dan tempat-tempat hang out lainnya. Memilih dunia advertising, production house, dan editing house sebagai pekerjaan yang diseriusi.
Belasan tahun Poetri habiskan waktunya bergaul dalam dunia malam dan bau asap rokok. Dan terus berlanjut ketika Poetri menjadi penyiar radio di Female Radio dan di I Radio.

Sampai suatu hari, awal tahun 2001, ia mendapat tugas baru dari produser Female Radio membawakan acara mendongeng untuk anak. Terpaksa tapi juga tantangan, Poetri menyanggupi.
Poetri juga di’paksa’ tampil off air di TC Gallery di acara Kemang Festival. “Yang nonton 80 anak. Mereka bayar 10 ribu. Dalam sehari aku tampil di dua show mendongeng. Terus terang, itulah penampilan pertamaku. Aku dredek sekali, kringat dingin dan berusaha mukaku tidak terlihat jelas. Tetapi, justru yang membuat aku kaget, setelah selesai anak –anak datang cium tagnan bilang terima kasih,” kenang Poetri. Saat itu bercerita tentang plotot kecil yang terbuang, cerita sederhana karangan Enid Blyton.

Setelah 6 bulan mendongeng barulah hati Poetri terpanggil.
“Dari yang terpaksa menjadi mencintai. Waktu itu aku sendiri nyaris tidak percaya,” ujar Poetri dengan suara takjub.
Poetri mengaku, kecintaan itu muncul ketika ia diundang Kota Wisata saat peluncuran kota baru ‘Zona America’. “Karena enjoynya, waktu itu aku pakai baju koboy, jaket koboy, bots, dan celana jenas. Yang janji hanya setengah jam mendongeng, aku bisa empat puluh lima menit. Aku benar-benar mulai mencintai dunia baruku. Ini benar-benar proses yang aku sendiri masih tidak percaya bisa terjadi dalam hidupku,” kata Poetri bangga.

Satu keinginan Poetri, “aku ingin setiap Ibu mendongeng untuk anak-anaknya. Percaya deh, kalau anak-anak yang setiap hari mendengar dongeng ibunya, tidak akan ada kejadian dan perlakukan negatif pada anak,” kata Poetri.

“Seperti kata Kak Seto, betapapun pintarnya Kak Seto, Kak Putri, Pak Raden, Kak Agus, dan pendongeng-pendongeng lainnya, pendongeng yang terbaik tetap Ayah dan Ibunya. Segoblok-gobloknya Ibu, dia tetap pendongeng yang terbaik. Coba kita tanya, apakah kita masih ingat bau keteknya Ibu kita, bau sabunnya, sampai sekarang kita pasti masih ingat. Kita kenang sampai kapanpun. Begitupun dengan dongeng. Apapun dongeng dan nasehatnya di akhir dongengnya. Pasti akan terekam dalam otak menjadi kenangan yang sangat indah. Mendongeng tidak sesakit melahirkan. Hanya butuh waktu lima menit, dan contekannya banyak,” kata Poetri.

Manfaat dongeng lanjut Poetri sangat banyak.
“Yang pasti di dalam dongeng pasti ada daya khayal, moral, cerita budi pekerti, tata krama, sopan santun, dan hal-hal positif,” kata Poetri.

Anak yang mendengarkan dongeng akan dirangsang semua inderanya, seperti kuping, mata, hidung, mata dan perasa.
“Jadikanlah anak-anak kita yang utuh. Otak yang utuh. Karena anak Indonesia sekarang masuk five minute generation. Nonton film setelah lima menit bosan, ganti channel. Mengerjakan dua tiga pekerjaan dalam bersamaan seperti mengerjakan PR sekligus nonton televisi dan pencet-pencet kirim sms. Itu bukan salah mereka. Itu tuntutan jaman. Nah, dengan mendongeng, begitu mereka mendengarkan selama lima menit anak dilatih fokus dan dipaksa mendengar. Kalek anak akan menjadi pendengar yang baik,” kata Poetri.

Ada kesedihan Poetri saat ini. “Jumlah pendongeng Indonesia sangat minim. Tercatat hanya ada Kak WeEs, Kak Kusumo. Kak Seto, Pak Raden, Andi Yudha, Hughes tidak terlalu aktif, Kak Agus DS, Kak Heri, Kak Heru, dan saya. Ada sepuluh pendongeng di Indonesia. Mereka semua ada di Jawa. Sedih sekali kalau kita ngomong Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera,” ujar Poetri.
Hingga muncul satu ide dari benak Poteri membuat workshop bagi para guru TK untuk belajar dongeng dengannya. “Tidak perlu bayar. Gratis dan saya jamin pasti bisa mendongeng,” kata Poetri bersemangat.

**Aien/ Tabloid Wanita Indonesia **



16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
fi2wicaksono wrote on Jan 4, '08
Wowww.... dari yang gak PD mendongeng sampai menjadi cinta... inspiratif banget.. thnx..
mycita wrote on Jan 4, '08
Iya Fit... bahkan dia sekarang salah satu pendongeng paling nge-top loh...
ariega wrote on Jan 4, '08
my fave' announcer....hiks sayang udah ga ada di 99.5 lagi.
mycita wrote on Jan 4, '08
Oya... sekarang dimana ya Bang?...
Aku wawancara dia uda tahun lalu...
ariega wrote on Jan 4, '08
ReviewReviewReviewReview
mycita said
Oya... sekarang dimana ya Bang?...
Aku wawancara dia uda tahun lalu...
kalo ga salah gabung sama group nya MRA deh...pernah denger dia di I Radio. tapi siaran nya beda ga kaya di FeMale. ya mungkin beda positioning and segmen nya kali yee...
mycita wrote on Jan 4, '08
Bang... siaran itu gimana ya rasanya?...
Kemarin aku dipanggil bos-ku... WI kan ada kerjasama dengan I Radio..
Ada program 'bedah Wi'... nah, kemungkinan besar aku yg cuap-cuap.. hehehe...
mungkin secara aku orangnya ngomongnya suka asal.......
ariega wrote on Jan 4, '08
Rasanya Manis Asem Pahit hehehehe..... yang pasti biasanya ketemu pertama kali sama microphone yang tadinya lincah bisa jadi putri malu dan pendiam hihihi (kata temen ku itu syndrome yang musti dilewatin pasti )

tapi....2 ampe 3 kali siaran wwwwwuiih bisa nagih bahkan bisa jadi banci microphone...bawaanya ngomong melulu hehehe

ya kalo dari pengamatan ku siy kerja bareng sama temen2 media cetak gitu ( salah satunya WI juga pernah dulu ) pertama malu kedua seruuuu, bahkan bisa lebih seru dari announcernya sendiri...wahahahaha selamat siaran
andrapsp wrote on Jan 4, '08
Eh, ada mbak POETRI SOEHENDRO, rasanya kenaaalll deh. ayo ikutan sekalian kumpul, kumpuuuuuuulllll. Gak usah bingung. Langsung tancep aja ke Citos. Eh, di Mr.BEAN COFFEE. Dont Forget. Minggu, 6 januari, Jam 4-5 soreeee...! C U there everybody...!!!!
mycita wrote on Jan 4, '08
Eh, ada mbak POETRI SOEHENDRO, rasanya kenaaalll deh. ayo ikutan sekalian kumpul, kumpuuuuuuulllll. Gak usah bingung. Langsung tancep aja ke Citos. Eh, di Mr.BEAN COFFEE. Dont Forget. Minggu, 6 januari, Jam 4-5 soreeee...! C U there everybody...!!!!
Ada acara apa Bang Andra?.....
kenal Mbak Poetri juga ya???.... seru banget kan orang nya.. hehehehe..
mycita wrote on Jan 4, '08
ariega said
Rasanya Manis Asem Pahit hehehehe..... yang pasti biasanya ketemu pertama kali sama microphone yang tadinya lincah bisa jadi putri malu dan pendiam hihihi (kata temen ku itu syndrome yang musti dilewatin pasti )

tapi....2 ampe 3 kali siaran wwwwwuiih bisa nagih bahkan bisa jadi banci microphone...bawaanya ngomong melulu hehehe

ya kalo dari pengamatan ku siy kerja bareng sama temen2 media cetak gitu ( salah satunya WI juga pernah dulu ) pertama malu kedua seruuuu, bahkan bisa lebih seru dari announcernya sendiri...wahahahaha selamat siaran
Iya nih, aku takut nagih....
Ntar jangan-jangan bisa pindah haluan profesi tuh... hehehehe....
hanantoes wrote on Jan 18, '08
kalo ga salah mbak poetri soehendro ini siaran di I Radio senin - kamis jam 6 - 8 pagi barengan sama bang rafiq di acara mentari pagi2
mycita wrote on Jan 18, '08
O Gitu... ntar aku tune deh di I Radio... kengen juga ama suaranya...
Sering ndegerin ya Mas...
hanantoes wrote on Feb 11, '08
iya mbak...
nsururi wrote on Mar 16, '08
ReviewReviewReviewReview
wahhh thanks banget buat infonya.kebetulan banget saya fans-nya putri soehendro yang siaran di I radio dari senin sampe jumat jam 6 -10 pagi
mycita wrote on Mar 16, '08

sama-sama Nadiya....
aku juga fans-nya... hihihihihi.....

puji4ever wrote on Jan 15, '11
ReviewReviewReviewReview
Ada yang punya rekaman saat Putri Suhendro mendongeng? Boleh dong...atau di mana saya bisa dapatkan rekaman saat dia mendongeng ya? butuh banget nih untuk kasih contoh murid-murid di sekolah saya. Terima kasih sebelumnya.
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
0 out of 5 stars