Aien : Dunia Tanpa Batas...!!!!
  Indonesian Muslim Blogger' /  Family Blogs - BlogCatalog Blog Directory  blog-indonesia.com'/  KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blog EntryHasil Haha-Hihi Dengan Cinta Laura... Feb 27, '08 12:52 PM
for everyone

--- artikel ini sangat panjang.. (gak usah baca kalau nggak punya waktu…)… Tapi, isinya tentang siapa itu Cinta Laura (dari hasil wawancara khusus), tentang orang tuanya, dan kenapa Cinta bisa tumbuh menjadi gadis ‘kebule-bule-an’….. ---

 

 

CINTA LAURA

AKU NGGAK SUKA BASA BASI’

 

            Cinta Laura memang lain. Bukan hanya karena ia masih 13 tahun saat berperan sebagai orang dewasa di sinetron Cinderella, tapi juga gara-gara logat bicaranya yang khas, hingga mengundang komentar sana sini bahkan para presenter infotaimen.

 

Wajahnya, sama cantik dengan bintang muda lainnya. Yang beda, pada saat bicara, aksen bule Cinta yang kental dengan mencampuradukkan bahasa Indonesia-Inggris, membuatnya jadi perhatian.

 

Entah kenapa, tiba-tiba saja beberapa kata yang keluar dari bibirnya menjadi bahasan para presenter infotainmen. Contohnya kalimat Cinta yang seringkali dijadikan bahan canda adalah, ‘kata doctor di perutku ada gastrow jadi aku nggak bisa puasa dulu’, atau ‘ udah ujan, becek, nggak ada ojek’. Bahkan seorang kontenstan sebuah lomba lawak di tv pun menggunakan kata dan logat Cinta. Yang hebatnya lagi, ada sebuah situs yang khusus mengumpulkan setiap pernyataan Cinta di televisi.

 

Boleh jadi, secara tidak langsung Cinta menginspirasi. Memberikan kesegaran bagi sebagian orang. Meski ada juga yang menganggapnya ‘pamer’ diri karena (kebetulan) terlahir sebagai anak indo. Sah-sah saja orang berkomentar. Namun Cinta tak ambil pusing. Cepat atau lambat orang akan melihat seberapa jauh ia akan memberikan yang terbaik bagi penggemarnya.

 

Syuting dan Sekolah Sama Ketat

 

Tak banyak yang tahu, peran orangtua sangat membentuk kepribadian gadis ini menjadi sosok yang percaya diri, apa adanya, disiplin, dan memiliki rencana ke depan yang matang. Bahkan untuk urusan makan pun, gadis belia ini sudah bisa mematok hanya makanan sehatlah yang akan dikonsumsinya dan anti junk food. Sangat jauh dengan gaya hidup remaja seusianya.

 

Aku benci junk food. Aku makannya super healthy. Breakfast dengan oat milk atau corn flake pakai susu, strowbery, toast pakai jam  (selai) yang seratus persen tanpa gula. Siang hari hanya makan daging dan  toast. Aku nggak makan nasi atau roti putih. Habis itu malam; salad sama ikan salmon. Untuk snack aku nggak suka. Aku sukanya buah-buahan. Orange, apel. Pokoknya buah,” ucapnya tegas Siswi Jakarta Internasional School (JIS) ini mengatakan untuk nasi, ia hanya makan nasi merah.

 

“Tapi aku lebih suka makan roti. Karbohidrat aku dapatin dari apel. Tapi sekarang karena lagi training (di pusat kebugaran) , tiap pagi makan telur mentah. Itu pun hanya putih telurnya aja, kuningnya kan nggak bagus. Sebelum olah raga aku  minum putih telur biar proteinnya jadi otot”.

 

Di usia yang sangat muda, ia juga sudah rajin ke fitnes, bahkan mengunakan personal trainer. “Karena aku mau bikin six pack (perut terlihat rata dan berotot),” ujar Cinta sembari menunjukkan ke bagian perutnya.

 

Orangtua Cinta cukup mendidik disiplin. Ia memiliki jadwal syuting yang jelas hingga memungkinkan masih bisa belajar dengan baik serta beraktifitas lainnya. 

 

“Papi membolehkan aku bermain sinetron dengan waktu yang ketat sekali. Syuting hanya 4 kali dalam seminggu. Yakni mulai hari Kamis, Jumat , Sabtu dan Minggu. Kalau Kamis pulang syuting nggak boleh lewat dari jam 23.00 karena besok masih sekolah. Jumat-Sabtu boleh pulang jam 00.00 karena sekolah libur. Sementara untuk hari Minggu pulang ke rumah diharuskan tepat jam 20.00 malam. Soalnya Senin nya aku harus sekolah,” cerita Cinta yang meraih penghargaan di ajang SCTV Award.

 

Tak Maksud Sombong

 

Dalam keseharian, Cinta mengaku sangat open minded.

“Aku nggak suka basa-basi. Kita nggak akan sukses kalau nggak open minded dan mengatakan apa yang ada dipikiran kita. Kadang-kadang orang hanya sibuk berbasa-basi. Orang-orang sukses itu kebanyakan omong apa adanya. Di keluarga aku diajarkan begitu. Semua yang ada di dalam pikiranku aku selalu kasih tahu ke mami ke papi,” lanjut Cinta.

 

Mengenai ‘heboh’ cerita dirinya yang beberapawaktu lalu mengatakan  tiap tahun ganti mobil, Cinta mengatakan tak bermaksud menyombongkan diri. Dirinya memang pernah diwawancara sebuah infotainmen mengenai hal itu. Ketika itu wartawan infotainmen menanyakan hadiah ulang tahun Cinta dari kedua orang tuanya.

 

Cinta mengaku menjawab apa adanya. Kebetulan saat itu ayahnya baru ganti mobil baru, maka mobil bekas ayahnya diberikan padanya.

 

“Itu bukan salahku kok kalau orang pikir aku sombong. Aku kan nggak pernah minta sama infotainmen untuk mempublikasikan hal itu. Mereka yang minta, ‘Cinta tolong dong kasih komentar. Mereka pengen tahu soal mobil. Kebetulan papi memang sering ganti-ganti mobil. Jadi bukan aku yang mau sombong. Nanti kalau aku nggak mau jawab, nanti dibilang sombong. Aku pikir banyak sekali narasi yang dikacaukan oleh media itu,”

 

Menurut Cinta, orangtuanya tak pernah memberi hadiah jika dia tidak memintanya. Karena mereka tahu selama ini Cinta hanya minta sesuatu yang memang diperlukan. Seperti seringnya ia minta dibelikan laptop karena ia membutuhkan benda tersebut. Setiap muncul model terbaru, Cinta mengaku selalu ingin mengganti model laptop miliknya.

 

Harus Lancar Bicara

 

Karena disiplin dan jelasnya jadwal sehari-hari, Cinta mampu menjalani pendidikan dengan baik bahkan menjadi juara.

 

“Buat aku education number one. And that way nilai aku semuanya A atau A +. Tinggi banget kan. Karena aku nggak mau nilai jelek. Selalu juara kelas.

Aku selalu pengen dapat nilai paling tinggi,”

 

Ditanya bagaimana caranya Cinta belajar. Cinta mengangkat bahunya.            

 

“Mungkin karena mami dan papi merupakan orang-orang yang super sukses. Waktu kecil mereka pintar, jadi menurun ke aku. Iya kan mami sarjana hukum, papi sampai S2. Terus pokoknya aku selalu rajin. Aku selalu kerjain PR dan aku  selalu punya target,” katanya sembari tertawa. Tentu saja, sekali lagi Cinta tak bermaksud sombong.

 

Terlahir dari pasangan Michael Kiehl dan Herdina, Cinta tumbuh menjadi gadis yang selalu menurut Ia banyak bercermin dari kedua orangtuanya untuk dapat sukes. Ibunya seorang legal consultan dan bekerja di Eleonora And Patners, sedangkan ayahnya sempat menjadi GM Grand Hyatt Hotel International sebelum akhirnya mendirikan perusahaan Konsultan Hotel untuk Asia Pacifik. Tak heran jika Cinta berpindah-pindah tempat tinggal mengukiti tugas ayahnya. Diantaranya German, Singapura, dan Dubai. Sedikitnya setiap 2 tahun sekali Cinta diboyong orang tuanya ke sejumlah negara.

 

“Tapi terakhir papi kerja di Grand Hyatt Berlin. Papi nggak betah. Dia udah terlalu enak di Asia. Di negaranya sendiri nggak happy. Keluar dari Hyatt, bikin perusahaan sendiri,” ujar Cinta yang sejak April tahun lalu memiliki dua kewarganegaraan, Indonesia dan Jerman.

 

Baru pada tahun 2000 Cinta menetap di Indonesia. Tak heran jika logat bicara pun kental dengan nuansa bule.

 

“Aku ngobrol sama papi, pake bahasa Jerman dan Inggris. Sama mami, sebelum ikut sinetron dialog dengan Inggris dan Indonesia. Jadi mix. Nggak pernah seratus persen indonesia. Apalagi sekolah aku internasional. Banyak banget orang yang nggak bisa bahasa indonesia di sana,” ungkapnya.

 

Belakangan, Cinta benar-benar ingin bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Ia bersyukur di sinetron dirinya belajar dan makin dapat berdialog dengan bahasa Indonesia.

 

“Karena kalau di sinetron kita dikasih waktu banyak untuk baca skrip. Dituntut harus bisa berdialog dengan bahasa yang benar. Nggak terdengar cengkok inggrisnya. Kalau terlalu bule, di cut sama sutradara. Ulang lagi. Suatu saat nanti aku ingin bahasa indonesia lancar. Soalnya mami kan orang Indonesia,” kata Cinta yang juga menguasai bahasa Perancis.

 

 

 

----Maybe Singing or Something’ ----

 

            Sebentar lagi Cinta akan muncul di sebuah film komedi berjudul Oh Baby.

 

Di sini ia akan berperan sebagai remaja yang pintar menari. “Ini mengingatkan aku di masa kecil. Aku suka ikut kompetisi menari dan menyanyi dulu,” katanya.

 

Meski bisa menari, khusus untuk film ini Cinta tetap berlatih menari dengan seorang koreografer berpengalaman.

 

“Aku berperan sebagai Baby yang pintar dance. Harus nonton deh, karena filmnya keren banget. Aku pengen tunjukin ke Indonesia yang populer bukan cuma film horor, tapi film dance juga bisa,” ucapnya berpromosi.

 

Peran ini menurutnya merupakan sesuatu yang sebenarnya diharapkannya. Cinta mengaku peran Baby sangat cocok dengan kepribadiannya  yang tomboy dan apa adanya.

 

“Tingkah laku Baby itu memang sama banget dengan remaja seumuran aku,” katanya sembari mengatakan tak mendapatkan halangan yang berarti saat syuting film ini.  

 

Syuting untuk layar lebar yang memakan waktu membuat Cinta berencana untuk istirahat sejenak

“Setelah itu mungkin sinetron lagi or maybe singing or something,” katanya lagi.

 

Apa yang akan dikerjakan Cinta jika libur syuting?

“Pagi-pagi bangun sekitar jam 7.30. Breakfast. Habis itu aku nonton teve atau main komputer soalnya aku favorit banget. Kalau lagi libur, sore-sore ke mal sama teman. Jam 08.00 malam di rumah lagi. Nonton teve atau main komputer lagi. Tapi kalau sekolah bangun jam 5.30. Berangkat sekolah  jam 6. Sekolah dari jam 07.00 dampai 15.00. Habis pulang sekolah ngerjain PR. Dari jam 16.30 sampai 20.30, soalnya PR aku banyak banget. Habis itu tidur jam 21.00. Sama teman-teman kalau hang out di rumah; nonton teve, main komputer atau ngobrol-ngobrol. Kalau di mal, kita makan, terus nonton film. Habis itu jalan-jalan aja,” ceritanya lengkap.

 

 

 

---- Herdiana Kiehl, SH, Ibunda Cinta ----

BUDAYA TIMUR, DISIPLIN BARAT

 

            Herdina, ibunda Cinta, sangat peduli dengan pertumbuhan Cinta.  Ia mengaku sangat mendidik putrinya agar tidak terpengaruh gaya hidup bebas.

“Saya mendidik Cinta dengan kebudayaan timur tapi disiplin barat. Dari disiplin barat Cinta belajar  menghargai waktu dan cinta lingkungan. Karena di sini kan jam karet, buang sampah sembarangan, sementara kita nggak suka kotor. Budaya timur yang selalu saya tanamkan pada Cinta adalah menjauhi pergaulan bebas. Nggak boleh  seks bebas. Dari kecil dia sudah diajarkan agama,” kata Herdiana, ibunda Cinta.

 

Anak Harus Hormat

 

Herdiana mengatakan suaminya juga mendukung upayanya dalam mendidik Cnta dengan perpaduan dua budaya tersebut. Di German, tempat suaminya berasal, Herdina melihat sudah menjadi hal yang biasa ketika menyaksikan remaja usia 15 tahun menjalani hidup bersama tanpa nikah, seks bebas, namun karena ia merasa hal itu tak baik,  ia pun tak menginginkan hal itu dilakukan Cinta. Ayah Cinta pun setuju. Bahkan Herdina melihat, suaminya justru sudah menyatu dengan kehidupan orang Indonesia yang mengedepankan ramah tamah, sopan santun, beradab dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Ayahnya Cinta selalu menerapkan kepada Cinta bahwa seorang anak harus hormat sama orang tuanya. Memang kalau dipikir-pikir justru suami saya itu lebih Indonesia, daripada orang Indonesia sendiri. Bahkan dia nggak mau pulang lagi ke negaranya lho. Pokoknya begitu Cinta lulus SMA dan  rencananya mau kuliah di  Amerika, saya sama suami akan tinggal di Bali,” lanjut Herdiana.

 

Herdiana pun mengajak Cinta bersama-sama mengelola Yayasan Soekarseno Peduli. Yayasan yang memakai nama mendiang kakek Cinta dari pihak ibunya tersebut bergerak di bidang pendidikan.

 

Awal didirikan yayasan ini dikarenakan di sekitar tempat tinggal Cinta banyak sekolah dalam kondisi rusak berat. Hal tersebut menggugah hati keluarga ini membantu. Sejauh ini  sudah ada 9 bangunan SD yang dibangun kembali. Terakhir, berdiri sebuah gedung SMP dan menurut rencana akhir Februari ini akan dibangun kembali satu gedung SMP.

 

“Kami tinggal di salah satu perumahan elit di daerah Rancamaya, Bogor. Tapi disekelilingnya penuh kemiskinan, kelaparan, busung lapar.. Akhirnya kita konsentrasi di situ. Karena dalam ajaran agama Islam, bantulah tetangga terdekatmu sebelum membantu orang lain. Nggak mungkin saya bantu tetangga yang di Aceh dulu, sementara yang didekat saya masih hidup sengsara,” ujar Herdiana beralasan.

 

Dikatakan Herdiana, semula uang untuk menjalankan program yayasan  datang dari koceknya pribadi. Namun, lantaran dalam setiap pembangunan satu buah sekolah dibutuhkan dana sekitar Rp 300-500 juta, Herdiana mengaku tak punya uang sebanyak itu.

 

Berkat niat yang tulus, belakangan Herdiana banyak mendapat bantuan sumbangan dari sejumlah perusahaan asing yang memang memiliki dana sosial dalam jumlah besar untuk yayasan yang dikelolanya.

 

“Kebetulan profesi saya sebagai pengacara untuk beberapa perusahaan asing. Saya pegang perusahaan asing karena dana sosial mereka sangat besar. Kalau dengan uang saya pribadi mana mungkin. Jadi saya membangun yayasan ini bareng-bareng. Uang pribadi plus sumbangan orang, kalau kita bangun 11 sekolah sendiri berarti saya harus punya uang 5 milyar. Berat lah,” 

 

Bukan Tulang Punggung Keluarga

 

Saat ini Herdiana sedikit bernafas lega karena 10 persen dari honor Cinta bermain sinetron dapat menggaji sekitar 60 guru yang bekerja di yayasan milik mereka.

 

Tiap bulan sejak pertama kali Cinta mendapat honor main sinetron, Cinta mengeluarkan Rp 20-30 juta untuk membiayai operasional sekolah; untuk membeli alat tulis menulis, baju seragam, termasuk gaji guru.

 

“Guru yang semula gajinya Rp 100 ribu tiap bulan sekarang minimal Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Tadinya ada guru yang bekerja sambil menjadi tukang es, tukang ojek, jual buah, sehingga tidak konsentrasi mengajar,” cerita Herdiana. 

 

“Cinta belanja baju dan sepatu yang ia inginkan, juga beli hadiah untuk teman-teman dan saudara. Cinta juga mencicilkan mobil untuk dua keponakannya yang sudah remaja. Selebihnya ditabung, dideposito, karena itu bikin kita bisa tidur nyenyak. Sebetulnya Cinta ingin beli apartemen di dekat sekolahnya, tapi papinya tidak mengizinkan, karena nanti bisa nggak terkontrol,” lanjut Herdiana.

 

Dulu, ketika Cinta belum berpenghasilan dia rela meluangkan waktunya untuk mengajar pelajaran bahasa inggris di sekolah-sekolah yang berada di bawah Yayasan Soekarseno Peduli.

 

“Sejak kecil Cinta sudah kami ajarkan untuk rendah hati. Dia nggak boleh sombong. Dulu waktu  belum punya uang, Cinta mengajar bahasa Inggris seminggu sekali di sekolah-sekolah saya itu. Dengan ilmu yang dimiliki dia harus berguna. Sekarang dia nggak punya waktu untuk mengajar, tapi dia punya uang. Cinta happy aja sebagian uangnya dipakai untuk menggaji karyawan yayasan. Lagi pula selama ini penghasilan Cinta nggak dipakai apa, kecuali ditabung dan buat kebaikan,” papar Herdiana senang.

 

Yang membuat bangga Herdiana sebagai orang tua, walaupun main sinetron, Cinta selalu juara kelas. Karena ayahnya sangat membatasi waktu bermain sinetron. Putri semata wayangnya itu  hanya dibolehkan main satu sinetron oleh ayahnya. Awal Cinta terjun ke dunia sinetron sekedar untuk menyalurkan hobi dan agar putrinya itu bisa bergaul.

 

Herdiana mengaku miris melihat fenomena yang terjadi saat ini banyak artis remaja seusia Cinta tanpa disengaja menjadi korban eksploitasi atau karena keadaan menjadi tulang punggung keluarga.

 

“Cinta bukan tulang punggung. Kalau dia tulang punggung keluarga, pasti Cinta dibolehkan main di banyak sinetron. Saya lihat banyak sekali  anak-anak yang tereksploitasi. Bukan dengan sengaja ya. Karena mereka tulang punggung keluarga, harus kerja keras untuk menafkahi keluarga,”

 

“Selesai sinetron, Cinta baru boleh main  layar lebar. Nanti layar lebar selesai, boleh ambil kegiatan lain. Nggak boleh sekaligus semua, nanti malah jadi nggak sekolah,” lanjut Herdiana.

 

Salah satu alasan mengapa Herdiana dan suaminya membatasi aktifitas Cinta di dunia entertain juga karena khawatir dengan kehidupan malam di kalangan artis.

 

“Cinta sekarang 14 tahun. Dia orang yang tadinya tidak pernah bergaul. Makanya dia saya izinkan ke dunia entertainmen karena selama ini hidupnya di luar negeri terus, nggak pernah bergaul. Tinggal di hotel. Di sekolah temannya paling cuma 5-6 orang. Saya izinkan ke dunia entertainmen tapi dengan penjagaan ketat. Karena pergaulan di dunia entertainmen menakutkan. Rata-rata pemain sinetron hidupnya selalu di malam hari. Mungkin karena ritme kerjanya memang sudah begitu. Syuting dari  siang sampai pagi. Pulang syuting mereka pergi ke tempat clubbing.  Jadi kalau nggak dijaga, bahaya buat anak-anak seusia Cinta. Jadi orang tua harus selalu kontrol,” ungkap Herdiana serius. 

 

 

 

---- Tak Mau Seperti Britney Spears ----

 

Kuliah di Harvard, kasting di Hollywood. Itu mimpi Cinta Laura setelah lulus dari Jakarta International School (JIS) tiga tahun ke depan.

 

 

Kalau tidak diterima di Harvard University -- salah satu universitas paling bergengsi di dunia, Cinta mau masuk Princeton University, mengambil jurusan ekonomi.

 

‘No Way Home Schooling’

 

Karena itulah, Cinta yang saat ini kelas 9 di JIS dan orang tuanya tidak main-main soal pendidikan. Tahun depan Cinta tidak akan main sinetron lagi, mungkin dia akan bernyanyi saja agar waktunya tidak terlalu tersita.

Karena di JIS yang menghabiskan biaya Rp 200 juta setahun, yang kurikulumnya berstandar Amerika Serikat, Cinta harus rajin belajar. “Kalau tidak, kata papinya, dia akan jadi anak bodoh,” cerita Herdiana, ibunda Cinta.

“Cinta ingin di Amerika nanti, sambil kuliah mau kasting di Hollywood. Yang utama sekolah. Usia 18 tahun, dia berhak memutuskan hidup sendiri,” lanjut Herdiana.

Maka itu, sejak pindah sekolah dari International School di Bogor ke JIS Tarogong, Agustus 2007, Cinta dibatasi hanya boleh syuting 4 kali seminggu.

Dan Cinta mengerti posisinya.

“Mami, karir (di dunia entertain) di Indonesia nggak lama, pendatang baru cepat datang. Kalau pintar, saya bisa kerja di mana saja dan bisa jadi apa saja. Kalau bodoh, mau jadi apa saya?” begitu kata Cinta suatu ketika pada Herdiana.

Banyak anak yang menjadi pemain sinetron berhenti dari sekolah lalu menempuh home schooling dengan alasan bisa lebih fleksibel mengatur waktu. Herdiana menolak anggapan itu.

Home schooling? Boro-boro sekolah, tiap hari syuting, pulang syuting dugem, kapan sekolahnya?,” begitu pengamatan Herdiana.

“Cinta no way home schooling. Karena home schooling, orang tua harus komit punya waktu mengajar tiap hari. Saya nggak mau dia nggak bergaul. Sekolah, bergaul, menyelesaikan masalah dalam tim, terpacu karena ada saingan. Kalau rumah kami di hutan, saya setuju home schooling. Kalau sendiri, bagaimana cara bersosialisasi, bagaimana memecahkan masalah, wong tiap hari di rumah. Makanya, saya sedih melihat banyak anak ambil paket A, B, C, tanpa mereka belajar,” lanjut Herdiana panjang lebar.

Mengingat usianya, bisa saja mimpi Cinta akan berubah. “Kalau punya pacar Indonesia, bisa jadi berubah, sekarang ini dia ingin nantinya sekolah di Harvard. Cinta belum punya pacar. Saya harap dia tidak ada pacar sebelum 16 tahun,” kata Herdiana.

 

Rumah Standar Hotel

 

Senin siang, 18 Februari kemarin, WI berkunjung ke rumah Cinta di Rancamaya Golf Estate, Bogor. Tadi pagi, pukul 05.30 Wib, Cinta berangkat ke JIS sampai jam 3 sore, kemudian tanpa istirahat langsung berangkat ke lokasi syuting FTV berjudul Pacar Ketinggalan Bus yang akan tayang di SCTV. Nanti dia akan sampai rumah sekitar tengah malam.

Michael Kiehl, papi Cinta sedang mencuci mobil kesayangannya di garasi. Herdiana mengajak WI ke kolam renang di samping rumah yang nyaman yang dikelilingi taman itu.

“Dari sinilah Cinta mengukir prestasi demi prestasi,” Herdiana menunjuk kolam renang. Cinta gemar berlatih renang di situ, dan di sekolahnya pun ia memiliki seorang pelatih renang. Dengan bangga seorang ibu, Herdiana menunjukkan 10 medali emas, 7 perak, dan 7 perunggu yang berhasil disabet Cinta sepanjang tahun 2000-2006 dalam kejuaraan renang internasional antar sekolah internasional seluruh Indonesia. 

Rumah Cinta didesain layaknya hotel berbintang lima. Karena Michael adalah konsultan perhotelan, ia pun selalu mengganti furniture rumahnya, termasuk toilet, selalu dengan produk keluaran terkini dan berkelas. Dengan kerapian dan kebersihan yang selalu terjaga.

“Kalau di sini begitu indah, ngapain pindah ke Jakarta,” kata Herdiana yang mengaku betah tinggal di Bogor.

Herdiana dan suaminya punya banyak waktu di rumah, suaminya ke Jakarta kalau sedang ada meeting. Begitupun dirinya, ketemu klien setelah ada janji.

Di tengah wawancara, Cinta sempat menelpon maminya dan mengeluh karena jadwal syuting molor. Agak lama Herdiana memberikan pengertian agar anaknya itu lebih bersabar.

 

 

Berkaca pada Britney Spears dan Micheal Jackson yang terlalu muda, terlalu populer, hingga terjerumus pada hal-hal yang kurang baik, Herdiana ingin membalikkan stigma seolah-olah artis identik dengan gemerlap narkoba dan seks bebas.

“Saya ingin anak saya menjadi artis yang menjadi role model, artis yang juara kelas, yang juara olah raga, yang aktif di bidang sosial. Saya ingin dia jadi panutan. Seperti kata Aa Gym, artis jangan hanya jadi tontonan, tapi panutan,” tutur Herdiana. 

Dan yang membuat Herdiana lega, Cinta masih percaya pada agama.

“Saya kadang terlalu bersyukur, saya kawin sama suami yang penuh cinta, kami hidup super mewah di hotel termewah selama 14 tahun, dengan treatment yang wah sudah seperti ratu. Karena kehidupan begitu mewah, indah, takutnya nggak berbagi nanti kualat, dan Cinta tahu itu,” cerita Herdiana.

Pada anak sematawayangnya itu, Herdiana menasehati, “Cinta terkenal, banyak uang, jangan takabur. Kalau Allah mau, besok bisa diambil dan hilang.”

“Alhamdulilah, Cinta yang terlalu modern, sepuluh kali lipat mengerti teknologi di banding saya, tapi masih percaya agama,” tutur Herdiana.

Cinta membawa galaunya ke dalam salat, berpuasa Senin Kamis saat ada kemauan.

“Hari ini dia sedang puasa. Saya tanya, ‘Cin, kamu puasa, ada kemauan apa?’ Cinta hanya menjawab, ‘Secret’. Ya sudah, saya tidak memaksakan untuk dia menjawab,” cerita Herdiana.

Menghadapi Cinta yang remaja, Herdiana menerapkan pendekatan secara halus, tidak asal main larang.

“Selama apa-apa itu belum kriminal, saya nggak akan larang,” kata Herdiana.

Misalnya ketika Cinta yang baru 14 tahun minta izin mau pergi ke pesta.

Herdiana bilang, “Cinta, kamu 14 tahun, pantas nggak dugem sama teman-teman yang usianya di atas 17 tahun? Kalau ada yang jahat, minuman kamu diisi drugs, dilaporkan ke polisi, urine kamu diperiksa, diangkat pakai truk, hari itu juga nama Cinta hancur.”

Mendengar penjelasan itu, Cinta mengurungkan niatnya.

Bahkan, saat tahun baru, Herdiana menawari Cinta untuk pergi ke pesta bersamanya, Cinta yang tidak mau karena masih ingat pesan maminya itu tempo hari.

“Menghadapi Cinta, saya harus terangkan ini akibatnya ini, sebab akibat, logika semua. Anak pintar nggak mau didikte,” tutur Herdiana.

 

Ketagihan Syuting

 

Kalau soal tudingan tidak nasionalis gara-gara tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, juga tidak hapal lagu kebangsaan Indonesia Raya, Cinta sekarang sudah tangkas menjawab.

“Saya warga Negara Jerman, saya juga nggak hapal lagu kebangsaan Jerman. Saya bisa bahasa Inggris, saya warga internasional. Bahasa Indonesia saya belum lancar, tapi yang saya lakukan untuk Indonesia adalah bagaimana agar pendidikan di Indonesia semaju pendidikan di Jerman, saya mengajar bahasa Inggris di sekolah sehingga anak-anak Indonesia bisa menembus internasional,” Herdiana menirukan ucapan anaknya suatu kali.

Cinta bukannya tidak tahu banyak yang sebal padanya, juga banyak yang menudingnya sombong. Untuk ini, Herdiana sudah mengajari anaknya bagaimana bicara pada media agar lebih tidak langsung, untuk menghindari kesan sombong.

Setelah menyelesaikan sinetron striping terpanjang Cinderella sebanyak 308 episode, sebetulnya Cinta ingin istirahat untuk kemudian syuting film Oh Baby. Tapi, rupanya Cinta yang sudah mulai terbiasa syuting jadi ketagihan, ia pun menerima tawaran main di FTV SCTV dan sebuah mini seri yang akan tayang di Indosiar.

“Dia ngeluh-ngeluh juga capek syuting. Kasihan, hidupnya habis di sekolah dan di lokasi syuting. Tapi gimana, dia pengin mencoba semuanya, habis stripping, dia mau coba FTV, mau coba miniseri, sampai syuting film Oh Baby menyesuaikan waktunya dan akan dimulai 28 Februari ini, dan tayang di bioskop pada bulan Mei mendatang. Mengeluh capek, dia menyesal kenapa ambil ini itu sebelum (film) Oh Baby, maksudnya iseng, ternyata berat banget, saya jelaskan bahwa kalau sudah menandatangani kontrak nggak bisa berhenti di tengah jalan, bagaimana nasib kru nya, nasib anak istrinya. Dia mengerti,” cerita Herdiana.

 


91 CommentsChronological   Reverse   Threaded
arddhe wrote on Feb 27
*komen dulu ah baru baca....
diliat2..cinta laura itu cakep ternyata....

*baru deh...baca lagi....hehehe
deodeo wrote on Feb 27
Setuju dengan arddhe..

*lanjut baca
deodeo wrote on Feb 27
HAHAHAHA
*sudah selesai
blademaiden wrote on Feb 27
mmm dari jawaban2xnya sebenernya keliatan hidupnya rada "sheltered" ya mbak aien.. naif, gitu.. she might be intelligent , tapi kalo nggak street smart, kayaknya bakal susah tuh buat maintain existencenya (bacanya gaya laura yah....) hehehe
arddhe wrote on Feb 27
ni mo diterbitin di WI ya mbak?

abis baca.....kok keknya cinta perfect bgt yah?
kaya, pinter, suka olahraga, agamis, dan cakep lagi....!!!hehehe

ntar klo ketemu lagi salam ya mbak....hehehe
dimwo wrote on Feb 27
panjang tapi menarik, krn saya penasaran sama cinta kok banyak di omongin orang. Sebetulnya ga ada yang salah dengan Cinta. Dia bukan anak muna. Dan patut mendapat acungan jempol, jarang sekali kita dengar hasil kerja artis dipake ngegaji guru yayasan.
miapiyik wrote on Feb 27
bagus Aien, obyektif, ngga cuma seperti yg beredar di milis2, celaan tentang Cinta, kasian, bukan salah dia kalau dia begitu berkelimpahan. Semoga Cinta dan keluarga selalu bersyukur
mayawwardhani wrote on Feb 27
*menyimak dengan seksama...*


Makasih ya, jadi bisa tau dia lebih dalem... :)
yukis wrote on Feb 27
tadinya ngga tau sapa dia...tp kok hebohhh akhir2 ini ...liat di youtube kok agak songong!!..tapi ternyata menarik juga ya...jd ngerti deh dia...Tfs
igloodesigndecor wrote on Feb 27
wow tfs it opens my eyes that she's really something....
mycita wrote on Feb 27
arddhe said
*komen dulu ah baru baca....
diliat2..cinta laura itu cakep ternyata....

*baru deh...baca lagi....hehehe

hehehe....
dasar laki-laki.... cantiknya dulu yang diliat.... hahahaha....

mycita wrote on Feb 27
deodeo said
HAHAHAHA
*sudah selesai

akhirnyaaaa.... selesai bacanya.....
hahahaha...
panjang banget ya Deo....??? sori ya, mpe kehabisan nafas....

mycita wrote on Feb 27
mmm dari jawaban2xnya sebenernya keliatan hidupnya rada "sheltered" ya mbak aien.. naif, gitu.. she might be intelligent , tapi kalo nggak street smart, kayaknya bakal susah tuh buat maintain existencenya (bacanya gaya laura yah....) hehehe

klo aku bilang....
hidupnya terlalu 'keras' untuk anak se-usia itu....
klo aku se usia itu... mmmmm masih seneng-2nya main sepeda, manjat pohon....
hahahahha...
makanya, gede-nya jadi begini....... -- hihihihi....
mycita wrote on Feb 27
arddhe said
ni mo diterbitin di WI ya mbak?

abis baca.....kok keknya cinta perfect bgt yah?
kaya, pinter, suka olahraga, agamis, dan cakep lagi....!!!hehehe

ntar klo ketemu lagi salam ya mbak....hehehe

Katanya salam balik Ardi...
huahahahahhhh ---- pingsan tuh..

mycita wrote on Feb 27
dimwo said
panjang tapi menarik, krn saya penasaran sama cinta kok banyak di omongin orang. Sebetulnya ga ada yang salah dengan Cinta. Dia bukan anak muna. Dan patut mendapat acungan jempol, jarang sekali kita dengar hasil kerja artis dipake ngegaji guru yayasan.

yaaaa..... begitulah Mbak Widad...
lain ladang lain hasilnya.... klo mo produk-nya oke... mungkin jadi orang tua harus punya sikap seperti itu....
tapi.... kesuksesan tetap yang mengatur Allah....

mycita wrote on Feb 27
bagus Aien, obyektif, ngga cuma seperti yg beredar di milis2, celaan tentang Cinta, kasian, bukan salah dia kalau dia begitu berkelimpahan. Semoga Cinta dan keluarga selalu bersyukur

Yup... aku setuju, Mbak Mia...
semoga keluarganya dan Cinta selalu bersyukur....

mycita wrote on Feb 27
*menyimak dengan seksama...*


Makasih ya, jadi bisa tau dia lebih dalem... :)

hahahaha...
bacanya bisa kehabisan nafas ya Mbak Maya.....
maaf loh... kali ini panjang lebar.....

mycita wrote on Feb 27
yukis said
tadinya ngga tau sapa dia...tp kok hebohhh akhir2 ini ...liat di youtube kok agak songong!!..tapi ternyata menarik juga ya...jd ngerti deh dia...Tfs

-- berusaha melihat Cinta dari sisi lainya....
Emang ada di youtube?.... wah beken bener nih anak yaaa.....


mycita wrote on Feb 27
wow tfs it opens my eyes that she's really something....

sekedar sharing Timmy....
akupun juga penasaran sama nih anak...
hihihihi....

julianawa wrote on Feb 27
Sudah baca, sampe habis..
Cinta Laura patut jadi contoh buat artis2 muda yang begaulnya udh berlebihan. Bahkan banyak yg hamil duluan bru nikah (gak ush disebutin udh pd tau kynya).
Agak sombong sih iya, krn dia blak2 an, dan kebetulan kesombongannya itu adalah fakta yg memang ada pada dirinya.

*Gila, tuh anak beruntung banget... kaya, pinter pelajaran, pinter olahraga, solehah (Insya Allah), berprinsip, ortunya keren, dan yang paling bikin iri, dia bs beramal banyak banget..*
mycita wrote on Feb 27
Sudah baca, sampe habis..
Cinta Laura patut jadi contoh buat artis2 muda yang begaulnya udh berlebihan. Bahkan banyak yg hamil duluan bru nikah (gak ush disebutin udh pd tau kynya).
Agak sombong sih iya, krn dia blak2 an, dan kebetulan kesombongannya itu adalah fakta yg memang ada pada dirinya.

*Gila, tuh anak beruntung banget... kaya, pinter pelajaran, pinter olahraga, solehah (Insya Allah), berprinsip, ortunya keren, dan yang paling bikin iri, dia bs beramal banyak banget..*

kayakya begitu siiih...
ambil yang positif-positifnya aja kaliii'...

**hihihihi... jadi ngiri juga, Mbak Juli..... --UPSS!**
havitdema wrote on Feb 27
apik kabeh,bagus semua,ayu sedanten......,
mycita wrote on Feb 27
apik kabeh,bagus semua,ayu sedanten......,

hahahaha...
aku ngerti maksud'e.... wis nggak penasaran maneh tooo...
--- bapak pas-pasan + ibu ayu = anak (mmmm) yo ayu tooo.... ---

gopiet wrote on Feb 27
bacanya disambung ntar.. lanjut kerja....
rahakundini wrote on Feb 27
waduhhhhh mbak aien, ni namanya liputan lengkap...hehehe, ngga selesai juga bacanya, nanti deh disambung lagi : )
havitdema wrote on Feb 27
mycita said
maksud'e
critanya,orang nya,w i nya = iku kamsud naaa...,saranpena....hmmm ora ora.........,ssssttt akulagi nang sby yuuu.....
patnik wrote on Feb 27
Saya setuju dengan prinsip ibunya, budaya Timur disiplin Barat, kebetulan di AD banyak orang bule sehingga kita bisa lihat bahwa mereka bener2 disiplin sehingga anak2 mereka semua mandiri dalam segala hal.
Kalau Cinta nggak fasih bahasa Indonesia wajar soalnya lama di luar bukan berarti tdk cinta Indonesia, anak2 saya meski bapaknya bukan bule tetep aja bahasa Indonesia-nya kacau balau.
uciduck wrote on Feb 28
akhirnya selesai juga gw bacanya,"cinta laura"bikin sensasi 2008
enryma wrote on Feb 28
akhirnya akuh selesei juga bacanyaaaaaaaaaaa.....mba innnnn...perlu 15 menit buat baca nih...soalnya sambil ngaduk adonan kuehhh:((
arddhe wrote on Feb 28
wah...hebat...15 menit...
saya ampe setengah jam...sambil ngempi soalnya....hehehe
sagalainfo wrote on Feb 28
emang boleh gitu pegang kewarganegaraan dua.....enak banget kalo boleh...
beautyshell wrote on Feb 28
wuah mbak.. mbaca kisahnya CINTA LAURA, kopiku segelas sampe abizz tooh.. Salut buat orangtua Cinta..n salut buat mbak Aien, bisa tau buanyaakk..thanks sharingnya ya..
thedreamland wrote on Feb 28
ya ampyuunnn panjangnya....
*belum selesei, komen dulu*
thedreamland wrote on Feb 28
mycita said

klo aku bilang....
hidupnya terlalu 'keras' untuk anak se-usia itu....
klo aku se usia itu... mmmmm masih seneng-2nya main sepeda, manjat pohon....
hahahahha...
makanya, gede-nya jadi begini....... -- hihihihi....
kalo didikan bule mang gitu, sepupuku aja anaknya baru 3 bulan dah dipisah tidurnya di kamar lain... biar mandiri kata suaminya yang bule. gila..
getahjanda wrote on Feb 28, edited on Feb 28
please deh ...... penting ya !?!?!?!
rayup wrote on Feb 28
dibikin pilm dokumentasinya dunk biar liat langsung aja :D
arddhe wrote on Feb 28
please deh ...... penting ya !?!?!?!
ini kan artikel...sekedar info...kadar kepentingannya beda, klo mang ga penting mah ya ga usah dibaca...hehehe
dpi12 wrote on Feb 28
aku bingung dg cinta laura....katanya gak sombong dan tidak bermaksud sombong dan katanya low propile tp ko dari smua kbaikan2nya,gaji2nya,rumah bagusnya, kepinterannya n smua2 disebutin ....tp sah2 aja la wong cantik,kaya,pinter......percaya deh...andai gue spt dia
getahjanda wrote on Feb 28
lha bujug dah bocah
dpi12 wrote on Feb 28
broskitun tu orang
elsyesjournal wrote on Feb 28
aein...itu yang pinggir emaknya cinta laura ? ...masih muda banget yak
getahjanda wrote on Feb 28
eh eh tuh tuh bocah tuh arddhe kutu kupret, tak sobek sobek kowe yo, wis ben laura mo ngemeng opo. lah bocah ingusan gituloh.
deodeo wrote on Feb 28
Itu wawancara Cinta apa ibunya?
Dan saya masih banyak ngeliat arogansi sang ibu dalam wawancara ini.
arddhe wrote on Feb 28
eh eh tuh tuh bocah tuh arddhe kutu kupret, tak sobek sobek kowe yo, wis ben laura mo ngemeng opo. lah bocah ingusan gituloh.
hahahhaha....
silahkan....:D
emokidonlastevening wrote on Feb 28
salut dah buat cintah
arddhe wrote on Feb 28
wahwah....pengoleksi berita tentang cinta ternyata....sip deh....hehehe
getahjanda wrote on Feb 28
majenun bin bahlul
daniezh wrote on Feb 28
emang dari awal kalo liat cinta aura di infotainment..seneng bannget denger cara bicaranya n pola pemikirannya yang terlihat pinternya itu...wah hebat yach ortunya bisa didik anak jd hebat..
mudah2an gak sombong yach....
rockstarkilled wrote on Feb 28
cinta oh cinta...
arddhe wrote on Feb 28
majenun bin bahlul
hahaha
bambz98 wrote on Feb 28
Sisi lain dari CL yang ga keekspos publik.. Salut juga buat keluarganya yang udah ngedidik...
mycita wrote on Feb 28
critanya,orang nya,w i nya = iku kamsud naaa...,saranpena....hmmm ora ora.........,ssssttt akulagi nang sby yuuu.....

wah.. ole-ole ne, Kang...
neng SBY wae... gek ono proyek to.....

mycita wrote on Feb 28
patnik said
Saya setuju dengan prinsip ibunya, budaya Timur disiplin Barat, kebetulan di AD banyak orang bule sehingga kita bisa lihat bahwa mereka bener2 disiplin sehingga anak2 mereka semua mandiri dalam segala hal.
Kalau Cinta nggak fasih bahasa Indonesia wajar soalnya lama di luar bukan berarti tdk cinta Indonesia, anak2 saya meski bapaknya bukan bule tetep aja bahasa Indonesia-nya kacau balau.

Mbak Karsih...
jangankan Cinta Laura...
anakku aja bahasanya campur aduk indonesia jawa...... hahahahaha....