Mungkin –kata teman-teman dekatku-, aku termasuk orang yang sangat perhitungan...
apalagi urusan keuangan....
bukan pelit sih, tapi aku selalu mem-budget setiap pengeluar-an......
maklum... aku bekerja..... dan aku tahu betul bagaimana susahnya mendapatkan uang...
jadi, aku sangat menghargai setiap rupiah yang aku keluarkan....
aku pun mendidik ke anak-anakku, untuk selalu menghargai uang, meski hanya 50 rupiah...
--- Tadi pagi, (Selasa, 19/2) ---
Sebelum berangkat kerja, pembantunya mengingatkan....
”Bu, jangan lupa nanti belanja untuk keperluan makan-makan dek Cita di TK ya?” pinta pembantuku. Usianya sudah 45 tahun. Aku panggil : Budhe.
Aku mengangguk... rencana nanti mampir ATM, ambil uang 500 ribu.
Karena setiap dapat giliran masak, apalagi masak nasi kuning + susu kotak, biaya yang dikeluarkan sekitar 400 ribuan....
”Ya Allah... semoga aku berangkat kerja kali ini,
Engkau ridhoi dan berkahi...
lapangkanlah rejekiku...
dan mudahkanlah aku dalam bekerja,”
doaku dalam hati....
hmmm....
Bulan ini aku memang tidak membudget pengeluaran untuk acara makan-makan TK... ya sudah, berarti harus ambil uang di pos lain.... ---- pikirku.....
--- Jam 2 siang ---
Waktu lagi wawancara Mbak Sitta di Darmawangsa Squre, tiba-tiba hp-ku berbunyi....
”Mbak Aien, masih ingat aku?” suara wanita memecah konsentrasiku. ”Aku bla-bla-bla.... Ingat kan”
”Eh, ya Mbak, jelas masih ingat dong,” kataku sambil berusaha mengingat-ingat.
”Mbak sekarang dimana?” suaranya terdengar riang.
”Di DS, Mbak”
”Sampai jam brapa”
”Jam 3an. Ada apa ya Mbak?”
“Nggak ada apa-apa. Kebetulan saya ke arah sana. Tunggu ya Mbak”
Selesai wawancara, dia telepon lagi. Sudah sampai DS --- cepet benerrrr ---
Kami ketemuan di Grand Canyon...
Ternyata dia narasumberku 2 tahun silam…. wah sudah lama sekali...
Ngobrol ngalor ngidul…. setengah jam kemudian dia pamit…. masih banyak urusan...
“Mbak… trimakasih banyak ya ama bantuannya dulu,” dia menyalamiku sambil cium pipi kiri kanan.
Yup, aku jadi ingat..... waktu dia dulu mengalami kesulitan, Alhamdulillah aku bisa bantuin....
“Ini sedikit rasa terima kasihku,” dia menyelipkan sesuatu di saku tasku.
”Wah Mbak, jangan. Saya tidak minta apa-apa,” ujarku nggak enak.
”Jangan ditolak. Kalau ditolak, saya sedih sekali. Anggap saja buat anak-anak!”
DEG! --- aku jadi ingat anak-anak....
Alhamdulillah....
Sore tadi, aku bisa belanja buat acara makan-makan anakku tanpa harus ambil uang dari pos lain...
Dan.... aku bisa pulang bawa oleh-oleh.... -- duuuuh senangnya.....
”Terima kasih ya Allah.... Begitu cepat Kau kabulkan doaku ini....!!!!”