Teng-teng-teng….
Upss uda jam 1.00, dan aku masih di depan kompi…
Lucunya, mata uda 5 watt, aku masih senyum-senyum sendiri….. (baca : seperdelapan gile kali’)….
--- Tadi Siang ---
“Mbak, susah nggak sih cari jodoh?” tanya teman jomblo ku.
-- (Hah?)… “Kenapa?” tanyaku, sok muka malaikat… hihihi ---
“Abis, putus melulu….,” katanya, sedih.
-- Upsssss…… sama’ dunk (bisikku dalam hati…… kikikikkkkkk) --
“Susah sekali ngejelasin gimana itu kerjaan wartawan yang emang rada’ gila.”
-- Aku melongo… ada empati… dan mulai kasihan… --
“Dulu, gimana Mbak bisa dapat suami?”
-- “Nggak sulit kok,” jawabku diplomatis.
** Mengalirlah ceritaku yang mendayu-dayu...
Dan di depanku, dua perempuan jomblo itu serius mendengarkan...
HIKS! – terharu **
--- Tujuh Tahun Silam ---
Di ruang keluarga,
“Tapi, kerjaannya nggak ada jam-nya loh,” kata kakakku.
TJ, lelaki berwajah manis itu, hanya tersenyum.
“Bisa pulang pagi atau sewaktu-waktu ke luar kota,” kakak perempuanku menimpali.
TJ masih tersenyum.
“Anak gunung dan anak band,” lanjut kakakku yang lainnya.
TJ tersenyum.
“Masih mau nglamar,” goda kakakku yang dari tadi diam saja.
------ Dan……….. TJ masih tersenyum…. ------
Itulah suasana acara lamaran saat itu.
TJ hanya tersenyum ketika empat kakakku membuka sebagian jati diriku…..
--- Kembali Ke Tadi Siang ---
“Jadi, kesimpulannya apa dong, Mbak,” tanya temanku ini, lagi.
“Ajak aja pacarmu liputan… pasti senang. Apalagi ketemu artis-artis,” kataku, asal.
“Sudah Mbak. Kemarin uda aku ajak liputan. Tapi, setelah itu setiap hari yang diomongin Sarah Azhari mulu!”
****** WALAAAAAHHHHHH : “itu sih salah ngajaknya!!!!” *******